Rabu, 16 April 2014

Penyesalan seorang Anak

Kisah Nyata Penyesalan

Pagi itu tepatnya dihari sabtu saya hendak berangkat kerja, sebetulnya malas banget buat kerja dihari libur, tapi terpaksa saya lakukan karena perintah atasan. dengan mata masih mengantuk, ditambah dengan cuaca yang sangat dingin sehingga saya mengendarai motor dengan agak lambat. tapi tiba-tiba ditengah perjalanan "Braaak"!!! saya dikagetkan dengan suara benturan yang sangat keras yang membuat saya terkejut, ternyata tepat didepan mata saya terjadi kecelakaan. terlihat ada tiga orang sudah terkapar, saya hentikan motor lalu segera menepi dijalan, dengan tergesea-gesa saya dekati tiga orang itu, sebenarnya saya gak sanggup melihat kondisi ketiga orang tersebut, tapi karena jiwa kemanusiaan saya yg tinggi, akhirnya saya coba memberanikan diri untuk menolong mereka.


Kengerian saya semakin bertambah ketika melihat keadaan seorang Gadis berumur sekitar 15 tahun, kepalanya berlumuran darah mungkin karna terbentur aspal sangat keras, begitu juga dengan seorang bapak diperkirakan berumur 35 tahun mengalami hal yang sama. namun ada seseorang anak lelaki yang saya perkirakan anak laki-laki tersebut yang telah memboncegi gadis tersebut. anak laki-laki tersebut masih tersadar duduk sambil merintih menahan kesakitan. saat itu keadaan sepi, mungkin karena keadaan yang masih sangat pagi dan semua kantor juga libur.

gak tahan melihatnya buru-buru saya angkat gadis itu yg sudah terluka parah, entah karna apa saya langsung menolong gadis itu. mungkin karna gadis itu mirip dengan adik saya, jadi saya merasakan bagaimana kalo itu benar terjadi dengan adik saya. Dengan sekuat tenaga saya mengangkat gadis kecil itu, saya berteriak pada orang sekitar agar turut membantu, terutama untuk menolong seorang bapak yang sudah sekarat.

Dengan tertatih dan penuh darah di baju. saya coba menghentikan mobil yg sedang melaju. Namun 1, 2, dan 3 mobil menolak, tak sanggup melihat seorang anak gadis yang sedang sekarat dipangkuan saya. saya mencoba memberanikan diri saya ke tengah jalan raya dan memberhentikan sebuah mobil pick up. tak banyak bicara langsung saya naik ke mobil. Hendak ingin menikkan gadis ke mobil tiba-tiba terjadi sedikit cekcok.

"ini ada apa!?" tanya supir dengan sedikit menggentak.
"tolong antarkan anak ini kerumah sakit terdekat pak" jawab saya dengan tergesa.
"tidak bisa, saya sedang sibuk" jawab supir.
"bapak ngajak berantem saya? gadis ini sedang sekarat harus segera dibawa ke rumah sakit, bapak masih punya hati kan!!!?" saya dengan nada kesal.

Supir itu langsung diem setelah melihat kondisi gadis tersebut. Setelah mendapat sinyal persetujuan langsung saya menaikkan gadis itu ke mobil, dan orang-orang yang telah datang untuk membantu pun ikut mengangkat pemuda dan bapak yang terluka parah tersebut naik ke mobil pick up itu. Setelah semua korban kecelakaan itu naik ke mobil, mobil itu pun jalan menuju rumah sakit terdekat. Tetapi saya tidak ikut ke rumah sakit dikarenakan saya harus melanjutkan perjalanan menuju kantor. Sebelum ke kantor sejenak saya melihat-lihat kondisi motor bekas kecelakaan tadi, ternyata kondisinya sangat parah dan Motor sudah tak terlihat bentuknya. Motor itu pun di simpan sementara di pom bensin yang dekat dengan kecelakaan. setela itu saya melanjutkan perjalanan ke kantor, untungnya saya punya baju cadangan untuk mengganti baju yang penuh darah.

------------------------------------------------------------------------------------

Singkatnya setelah jam pulang kantor kira-kira jam lima sore saya berniat ke pom bensin, selain untuk mengisi bensin, saya juga iseng ingin melihat motor bekas kecelakaan tadi. Sampai di pom bensin saya melihat ada seorang bapak dan ibu yang ingin membawa motor bekas kecelakaan tersebut. Saya dekati bapak dan ibu itu, dengan sedikit ragu saya pun bertanya.

"maaf pak, bu. Motor ini kenapa pak, koq ringsek begini?" saya pura2 gak tahu.
"ini motor anak saya yang tadi pagi kecelakaan" jawab bapak agak memelas.
"kalau boleh tahu anak bapak cewek apa laki-laki, trus bagaimana dengan kondisinya sekarang pak?" tanya saya penasaran.
''anak saya cewek dik, dia sudah meninggal karna benturan keras dikepalanya". jawab bapak dengan haru.

Mendengar jawaban dari bapak itu saya langsung diem dan langsung lemes gan, gak berani dan tanya-tanya lagi.
 Saat saya terdiam tiba-tiba ibu itu berbicara dengan sedikit isak tangis.

"semalam ibu sudah melarangnya buat pergi, tapi anak ibu terus membantah untuk tetap pergi dengan teman laki-lakinya, padahal ibu tidak mengijinkan dia untuk pergi" ibu itu sambil menangis gan.

"berarti anak ibu itu semalaman bersama teman laki-lakinya itu tanpa izin orang tuanya" gumam saya dalam hati

terakhirnya ibu itu bicara sendiri "ya Allah ikhlasin hamba, jangan sampai kekecewaan ini menyulitkan anakku disana. sayangi anakku ya Allah sesungguhnya hamba sangat menyanginya" doa ibu itu sambil nangis.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting buat saya dan kita semua gan bahwa larangan ibu sangatlah keramat, banyak akibat buruk yang akan kita alami jika kita tidak menuruti perintah ibu, dan kejadian ini juga bisa menjadi pelajaran buat para orang tua, agar lebih bisa mengontrol pergaulan anak gadisnya.

setelah itu saya langsung pulang gan, takut terharu terlalu lama dan ngejerit nangis disitu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar