Sabtu, 01 Februari 2014

Apakah Anda termasuk Guru yang dicintai Siswa ?

Apakah Anda Guru Prefesional ?

Profesi guru merupakan profesi yang berbeda dengan profesi yang lainnya. Profesi ini adalah profesi yang unik. Profesi yang menuntut pelakunya memiliki kecakapan diberbagai aspek. Profesi yang mencerdaskan anak manusia, menjadikan manusia lebih mulia, dan membentuk peradaban yang lebih baik .

Keagungan dan kemuliaan guru muncul tidak begitu saja ada. Keagungan nama guru harus diciptakan oleh guru itu sendiri. Dari mana hal ini dimulai? Tentunya dari fikiran, perkataan, dan tingkah laku guru dalam pergaulan di masyarakat terutama di lingkungan sekolah tempat guru bertugas.

Apakah Anda termasuk guru yang dicintai siswa? Sebuah judul yang ingin kami angkat dengan latar belakang curhat seorang siswa saat jam istirahat.

“Masuki dunia mereka, bermain dalam dunia mereka, bawa dunia mereka ke dunia kita. Sebuah kalimat yang saya paste dari buku QUANTUM TEACHING. Kalimat ini adalah kalimat luar biasa yang harus diketahui, dipahami, dan dilaksanakan oleh semua guru. Untuk membuat keberhasilan yang gemilang dalam pembelajaran. Hal yang efektif adalah guru tahu dunia siswa, kemudian masuk ke dalamnya dengan tujuan membawa mereka ke dunia pembelajaran.”

Kalau kita dekat dengan siswa, banyak hal yang bisa kita ketahui dari mereka. Dengan mengetahui berbagai hal itu, bisa kita gunakan sebagai bahan untuk memperbaiki kualitas keguruan kita. Berikut ini 10 hal yang harus kita hindari agar siswa tetap cinta pada gurunya.

1. Tidak Menilai Hasil Kerja Siswa

Tugas yang kita berikan ke siswa tentunya akan direspon dengan baik oleh mereka. Hampir dipastikan semua siswa antusias mengerjakan tugas dengan harapan mendapat nilai bagus. Semakin berat tugas yang diberikan guru, semakin besar pula keinginan siswa untuk mengetahui hasilnya.

Ternyata ada di antara guru-guru kita yang TEGA menggantungkan harapan dan penantian siswa untuk melihat hasil penilaian kerja mereka. Setelah ditunggu beberapa hari, minggu, bahkan bulan tak ada kabar guru memberikan hasilnya. Tambah kecewa setelah ditunggu beberapa bulan ternyata siswa menemukan hasil kerjanya belum dinilai oleh guru. Bayangkan, betapa kecewanya mereka kepada kita.

Apapun tugas yang kita berikan. Sekecil apapun itu,wajib kita nilai atau setidaknya kita bahas bersama-sama sehingga siswa minimal tau dan bisa menilai sendiri hasil pekerjaan mereka. Hal ini sebagai penghargaan atas kerja keras mereka.

Kalau hal ini terulang, sudah tentu mereka akan malas mengerjakan tugas dan akan tumbuh kebencian akan etos kerja kita.



2. Memanggil dengan Nama yang tidak disukai

Semua orang pasti suka jika dihormati. Salah satu bentuk penghormatan kita kepada orang lain adalah memanggil dengan sebutan yang dia sukai. Begitu juga dengan siswa kita, mereka juga sangat suka jika dipanggil dengan nama yang mereka sukai. Tambah bagus jika ditambah dengan kata sapaan seperti MAS atau MBAK.

Sebaliknya, kebiasaan guru memanggil nama dengan julukan yang tidak dia sukai akan menimbulkan kebencian. Meskipun itu dalam bentuk gurauan. Apa lagi jika memanggilnya di depan teman sekelas atau forum yang lebih besar. Hal ini akan menyakiti hatinya.

Jangan sekali-kali guru memanggil siswa dengan sebutan seperti si item, si gendut, si lemot, dan kata-kata lain yang menyakitinya.



3. Jarang Tersenyum

Kadang ada guru yang berasumsi agar kelihatan berwibawa dia jarang senyum. Ada pula yang berfikir gengsi tersenyum di depan siswa. Ada juga yang beranggapan senyum membuat siswa tidak meghormati kita, karena kita dianggap sebagai teman.

Padahal senyum adalah bahasa wajah dengan sejuta kabar gembira bagi yang melihatnya. Kalau begitu kenapa kita tidak menebar senyum untuk memberikan kabar gembira kepada seluruh siswa? Kami fikir ini adalah cara jitu untuk meluluhkan hati siswa agar mudah menerima kita dalam rangka keberhasilan tujuan belajar.



4. Berpakaian tidak Rapi

Guru figure teladan. Bukan hanya ilmunya saja, namun hampir keseluruhan aspek kehidupan guru mejadi kaca prilaku siswa. Termasuk cara berpakaian guru.

Siswa akan cenderung mencemooh serta malu jika memiliki guru berpakaian tidak rapi dan kurang sopan, tambah parah lagi bau badan yang tidak sedap. Jadi agar siswa suka pada Anda perhatikan kerapian dan bau badan.



5. Suka menghukum Fisik

Tujuan mendidik yang mulia kadang-kadang lepas kontrol mejadi hal yang menakutkan. Semisal ada siswa yang tidak patuh pada peraturan sekolah. Banyak diantara kita berfikir hukuman fisiklah solusinya. Padahal cara ini tidak efektif untuk perbaikan siswa. Di lain sisi akan menimbulkan kebencian pada guru.

Jadi agar siswa Anda tetap cinta pada Anda, ganti hukuman fisik dengan hukuman lain yang lebih mendidik. Misalkan meminta tanda tangan kepala sekolah, orang tua, dan guru-guru lain. Membaca ayat suci Al-Quran. Menulis kata-kata motivasi dengan berulang.



6. Meremehkan siswa

Bagaimanapun kondisi siswa, kita harus tetap menghargainya. Dari golongan orang miskin, berfisik jelek, berpenyakit, atau terbelakang sekalipun. Guru yang berjiwa besar akan tetap menghargainya sebagai siswa yang akan berhasil. Bahkan guru-guru yang luar biasa akan memberikan prilaku yang lebih.

Namun sebaliknya, guru yang berjiwa kerdil akan cenderung meremehkan dan menganggap hanya sebagai pengganggu saja. Jika tidak ingin dibenci siswa maka jangan pernah meremehkan siswa bagaimanapun kondisinya.



7. Sering mengumpat

Apakah ada guru yang mengumpat? Ada juga lho, dan kita harus hati-hati dengan kata-kata kita. Sangat tidak pantas jika ada guru mengumpat siswa karena kecerobohan atau siswa tidak menguasai mata pelajaran. Jika Anda melakukan hal ini, maka siap-siap siswa akan membenci.



8. Pilih-pilih Siswa

Pilih-pilih siswa atau dengan kata lain pilih kasih adalah tindakan yang sangat dibenci siswa. Baik itu dengan alasan karena si siswa lebih pintar, lebih kaya, anak pengurus yayasan, anak teman guru, atau apapun alasannya hal ini tidak disukai siswa.

Jadi miliki hati semua siswa dengan memperhatikan mereka dengan prosentase yang sama.



9. Menyentuh Tubuh siswa

Yang satu hal ini rawan bagi guru-guru laki-laki. Terkadang kita berfikir karena murid kita, maka sebagai bentuk kasih sayang kita melakukan hal-hal yang kurang etis. Misalkan memegang, menyentuh, atau memeluk siswa. Jika siswa kita sudah mulai memasuki masa pubertas atau bahkan di atasnya, tentunya kita harus menghormati dia dengan menjaga jarak.

Jika Anda melakukan hal ini, maka siap-siap Anda akan dibenci bahkan akan terjerat tuntutan pengadilan. Jadi mari lebih hati-hati menjaga jarak antara guru dan siswa yang berbeda gender. Kasih sayang guru kepada siswa tidak harus disampaikan dengan cara seperti di atas bukan?



10. Tidak Pernah Mendo’akan

Tidak pernah mendo’akan siswa merupakan sikap yang kurang terpuji dari guru. Guru-guru yang sering mendokan muridnya akan terpancar dari kegigihanya dalam mengajar dan mendidik. Artinya guru yang jarang mendoakan siswanya akan tampak dari etos kerjanya yang bermalas-malasan dan tidak bersemangat.

Guru adalah orang tua di sekolah, yang pasti Allah akan mendengarkan do’a orang tua untuk anaknya.

Jalan terakhir dan JALAN UTAMA agar siswa tetap cinta dan menyukai kita adalah selalu mendoakan mereka setiap hari. Yang memegang hati mereka adalah Allah. Kenapa sulit-sulit, kita minta saja kepada-Nya agar mereka mejadi murid yang baik. Mudah bukan?

Bapak/Ibu guru demikian hasil rangkuman curhat dari berbagai siswa yang pernah menjadi murid kami. Semoga hal ini menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik sebagai GURU MASA DEPAN, Guru Perubahan Menjadi Lebih Baik. Terima kasih buat seluruh siswa-siswi kami semoga Allah memuliakan engkau. MAJU TERUS PENDIDIKAN INDONESIA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar